Rabu, 20 April 2011

Jenis-jenis penyakit pada kambing



1). Penyakit mencret
  • Penyakit mencret adalah penyakit akut dan menular pada anak kambing. Karena mencret, anak kambing akan mengeluarkan kotoran terus-menerus, dan bila tidak tertanggulangi dapat menyebabkan kematian karena anak kambing tersebut kehabisan cairan.
  • Penyebab : Bakteri Escherichia coli
  • Usia : Cempe sampai usia 3 bulan
  • Gejala : Kambing tampak lesu, tidak ingin menyusu, suhu tubuh meninggi, mengeluarkan kotoran cair dan berbau busuk
  • Pencegahan : Menjaga kebersihan kandang, sering mengganti alas kandang, selalu membersihkan ambing susu induk kambing dengan air hangat yang dicampur desinfektan.
  • Pengobatan penyakit : Menggunakan obat-obatan antibiotika sulfa. Dianjurkan agar obat diberikan lewat mulut atau dalam air minum.
2). Penyakit radang pusar
  • Penyakit ini berkaitan dengan pemotongan pusar cempe setelah dilahirkan dengan alat potong yang tidak steril atau dapat pula setelah pemotongan tali pusar tercemar sehingga menjadi infeksi yang berakibat kematian cempe.
  • Penyebab : Bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Actinomyces necrophorus, Escerichia coli.
  • Usia : Cempe usia 2 – 7 hari
  • Gejala : Terjadinya pembengkakan pada sekitar pusar, panas di bekas potongan tali pusar, sekeliling pusar berwarna merah. Apabila pusarnya diraba maka cempe merasa kesakitan.
  • Pencegahan : Pemotongan tali pusar harus menggunakan alat potong yang steril dan bekas luka diolesi Jodium tinctur sebagai pencegah infeksi.
  • Pengobatan penyakit : Dapat menggunakan obat-obatan antibiotika, Sulfa. Selain itu tali pusar dikompres dengan larutan rivanol (desinfektan) atau campuran larutan asam acidium dan barium.
3). Penyakit cacar mulut
  • Penyakit ini cukup berbahaya karena akan menyebabkan tidak bisa mengisap air susu induknya, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada umumnya penyakit cacar mulut ini menyerang ternggorokan anak kambing.
  • Penyebab : Bakteri Actynomyces necrophorus.
  • Usia : Cempe sampai usia 3 bulan
  • Gejala : Penyakit ini datang mendadak diikuti demam meninggi, sukar bernafas, lidah terjulur, mulut banyak mengeluarkan cairan dan mulut berbau asam.
  • Pencegahan : Dianjurkan agar mulut cempe sering dikontrol secara berkala, karena luka kecil bila terkontaminasi bakteri Actynomyces necrophorus dapat menjadi penyebab awal terjadinya penyakit ini.
  • Pengobatan : Dilakukan pemberian obat-obatan Sulfa, seperti : Sulfapyridine, Sulfamerozine, Trypyron, atau Pinicillin. Bila terjadi di rongga mulut, luka dapat diolesi Jodium tinctur atau larutan permanganant 10 persen.
4). Penyakit titani
  • Penyakit titani adalah gangguan pada pertukaran zat dalam tubuh (penyakit metabolisme), sehingga menyebabkan ketidakseimbangan fungsi syaraf.
  • Penyebab : Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mg)
  • Usia : Cempe usia 3 – 4 bulan
  • Gejala : Cempe selalu gelisah, timbul kejang-kejang pada beberapa ototnya, bahkan sampai ke seluruh badan.
  • Pencegahan : Kontrol pemberian air susu, makanan penguat dan nutrisinya, khususnya kandungan mineral kalsium dan mangan yang tersedia dalam makanan penguat.
  • Pengobatan : Harus dilakukan tindakan cepat, menempatkan cempe di tempat gelap, suntik dengan larutan Genconos calcicus dan magnesium. Dosis sesuai dengan aturan penggunaan atau atas saran ahli kesehatan hewan.
5). Penyakit limpha
  • Penyakit radang limpha tergolong penyakit kambing yang berbahaya, karena penularannya cepat dan dapat menular pada manusia.
  • Penyebab : Bacillus anthracis
  • Usia : Semua usia kambing
  • Gejala-gejala : Suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung dan dubur keluar cairan bercampur darah, nadi berjalan cepat, tubuh gemetar, nafsu makan hilang. Tanda-tanda selanjutnya yang dapat dilihat secara jelas adalah mencret dengan kotoran campur darah.
  • Pencegahan : Vaksinasi dengan vaksin Spora (Max Sterne) dengan dosis 1 cc, dilakukan setiap selang 6 bulan sekali atau dapat juga dengan serum anti-anthrax dengan dosis 25-50 cc per ekor kambing
  • Pengobatan : Dapat diusahakan dengan penyuntikan antibiotika pracain penicillin G, dengan dosis 6.000-10.000 F/kg berat tubuh kambing yang tertular.
6). Penyakit mulut dan kuku (PMK)
  • Penyakit ini dapat menular dan menyebabkan kematian. Bagian yang diserang adalah mulut dan kuku, dimana mulut melepuh diselaputi lendir sehingga ternak tidak mau mengkonsumsi makanan dan akhirnya mati.
  • Penyebab : Virus
  • Usia : Semua usia kambing
  • Gejala : Panas badan tinggi, selanjutnya gusi dan permukaan lidah melepuh yang berisi cairan jernih.
  • Pencegahan : Vaksinasi dengan menggunakan vaksin AE setiap selang 6 bulan.
  • Pengobatan : Dapat diusahakan dengan membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan larutan Alumunium sulfat 5 persen. Sedangkan pengobatan penyakit pada kuku dapat dilakukan dengan merendamnya dalam larutan formalin atau larutan Natrium karbonat 4 persen.
7). Penyakit ngorok
  • Penyakit ini menyebabkan nafsu makan ternak berkurang, dan menimbulkan bengkak-bengkak pada bagian leher dan dada.
  • Penyebab : Bakteri Pasteurella multocida
  • Usia : Semua usia kambing
  • Gejala : Lidah bengkak dan menjulur ke luar, mulut menganga, keluar lendir berbuih, sulit bernafas, sehingga terdengar ngorok
  • Pencegahan : Melaksanakan vaksinasi dengan vaksin SE (Septichaemia Epizootica) setiap selang 6 bulan.
  • Pengobatan : Dapat menggunakan obat-obatab Antibiotika lewat air minum atau suntikan.
8). Penyakit perut kembung
  • Penyakit ini disebabkan oleh gas didalam perut yang tidak dapat keluar sehingga mengganggu proses pencernaan dalam rumen kambing.
  • Penyebab : Pemberian makanan yang tidak teratur atau kambing terlalu lapar sehingga rakus mengkonsumsi makanan kasar, khususnya kacang-kacangan. Dapat juga terjadi bila kambing digembalakan dan makan rumput yang masih diselimuti embun.
  • Usia : Semua usia kambing
  • Gejala : Lambung kambing membesar
  • Pencegahan : Dapat dilakukan dengan pemberian makanan yang teratur jadwal dan jumlahnya ; tidak digembalakan terlalu pagi yaitu pada saat rumput masih diselimuti embun.
  • Pengobatan : Dapat diusahakan dengan memberikan gula yang diseduh dengan asam, selanjutnya kaki kambing bagian depan diangkat ke atas sampai gas keluar.
9). Penyakit parasit cacing
  • Penyakit ini menyebabkan hambatan pertambahan berat tubuh karena cacing : a. menyerap sebagian zat makanan yang seharusnya untuk pertambahan berat tubuh, b. merusak jaringan-jaringan organ vital ternak kambing, c. menyebabkan nafsu makan menurun
  • 1). Penyebab : Fasciola gigantica (cacing hati), merupakan cacing yang senang menyerang hati kambing.
  • Usia : Semua usia kambing
  • Pencegahan : Hindarkanlah pemberian makanan kasar atau hijauan pakan yang terkontaminasi siput dan usahakan agar hijauan pakan sebelum diberikan pada ternak dicuci terlebih dahulu.
  • Pengobatan penyakit : Dapat digunakan Zanil atau valbazen yang diberikan lewat air minum atau lewat suntikan dengan Dovanik
  • 2). Penyebab : Neoascaris vitulorum (cacing gelang) merupakan cacing yang senang menyerang dan menetap di usus kecil kambing serta menyebar ke dalam jaringan otot, selain memiliki kesanggupan mengikuti peredaran darah.
  • Usia : Semua usia kambing
  • Pencegahan : Secara berkala 2 bulan sekali diberikan obat cacing, misalnya Piperazin lewat air minum
  • Pengobatan : Dapat menggunakan Piperazin dengan dosis 220 mg/kg berat tubuh ternak kambing, lewat air minum.
  • 3). Penyebab : Haemonchus contortus (cacing lambung), merupakan cacing yang berdiam di lambung dan mengisap darah
  • Usia : Semua usia kambing
  • Pencegahan : Tidak memberikan hijauan pakan yang masih diselimuti embun; bila akan memberikan makanan dianjurkan dipanaskan lebih dahulu atau diangin-anginkan.
  • Pengobatan : Dapat diberi obat Valbazen lewat air minum
  • 4). Penyebab : Thelazia rhodesii (cacing mata), merupakan cacing yang menyerang bagian mata, seperti pada kantong konjungtiva, kamar mata, dan saluran air mata.
  • Usia : Semua usia kambing
  • Pencegahan : Usahakan lalat jangan sampai berkembang populasinya karena merupakan media yang menularkan cacing ini. Sanitasi yang baik dapat mencegah penularan penyakit ini.
  • Pengobatan : Pengobatan yang paling efektif adalah cacing diambil langsung dari mata dengan menggunakan pinset secara hati-hati. Setelah itu, peradangan diobnati dengan obat mata yang mengandung antibiotika.
10). Penyakit kudis
  • Penyakit kudis merupakan penyakit menular yang menyerang kulit kambing. Akibat dari serangan ini adalah produksi ternak kambing merosot, kulit menjadi jelek dan mengurangi nilai jual ternak kambing.
  • Penyebab : Kutu Psoroptes ovis, Psoroptes cuniculi, dan Chorioptes bovis.
  • Usia : Semua usia kambing
  • Ternak makin lama kondisinya makin memburuk, badan lemah dan kurus, nafsu makan menurun, sering menggaruk atau menggosok-gosokan badannya. Kudis terjadi pada muka, telinga, perut, punggung, kaki dan pangkal ekor. Bila tidak ditanggulangi, penyakit ini akan meluas ke seluruh tubuh.
  • Pencegahan : Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi yang baik ; sering memandikan kambing dan membersihkan bulunya. Jika ternak kambing menunjukkan gejala sakit kudis harus segera dikarantina agar tidak menular pada kambing yang sehat.
  • Pengobatan : Dapat dilakukan antara lain : a. Mengoleskan Benzoas bensilikus 10 persen pada luka kudis, b. Menyemprot atau merendam kambing dengan Coumaphos 0,05-0,1 persen, c. Campuran Creolin dengan Spirtus, ratio 1 : 10; campuran ini digosokkan pada luka kudis.Sebelum pengobatan, bulu kambing dicukur terlebih dahulu.
11). Penyakit Dermatitis
  • Penyakit ini merupakan penyakit kulit, terutama terhadap daerah kulit bibir kambing dan menular pada kambing lainnya.
  • Penyebab : Virus dari sub group Pox virus
  • Usia : Semua usia kambing
  • Gejala : Terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak mata dan alat genital. Pada induk kambing yang menyusui dan kambing perah terjadi radang kelenjar susu.
  • Pencegahan : Vaksinasi merupakan cara yang efektif ; vaksin dapat dibuat sendiri dengan keropeng kulit kambing penderita yang dibuat tepung halus dan disuspensikan menjadi 1 persen dalam glycerin 50 persen. Vaksinasi pada ternak kambing muda dilakukan dengan cara membuat cacaran di sekitar kulit sebelah dalam paha ; sedangkan pada ternak kambing dewasa dapat dilakukan di sekitar leher beberapa minggu sebelum menyusui. Cempe dapat divaksin setelah mencapai usia 1 bulan ; selanjutnya diulang pada usia 2-3 bulan. Reaksi akan terjadi seminggu setelah vaksinasi ; dengan masa kekebalan 8 – 28 bulan.
  • Pengobatan : Dilakukan secara lokal pada kulit yang terluka dengan menggunakan salep atau Jodium tinctur. Untuk mencegah infeksi sekunder, kambing dapat diobati dengan preparat antibiotika dengan spektrum luas.
12). Penyakit Pneumonia
  • Penyakit ini berkaitan dengan sistem tatalaksana yang buruk.
  • Penyebab : Kandang yang lembab, ventilasi kurang mendukung pertukaran udara, polusi di lingkungan kandang, dan banyak angin kencang yang masuk ke dalam kandang.
  • Usia : Semua usia kambing
  • Gejala : Nafsu makan berkurang, ternak terlihat kurus dan lemah, batuk-batuk dan sulit bernafas, demam dengan suhu tubuh yang meninggi.
  • Pencegahan : Melaksanakan tatalaksana kandang dengan baik, hindarkan kambing terkena angin keras secara langsung dalam kandang.
  • Pengobatan : Dapat diberikan obat-obatan Antibiotika lewat air minum.
13). Penyakit radang kelenjar susu
  • Penyakit ini sering terjadi pada kambing perah sehingga air susu yang diperah dari kambing penderita tercemar dan tidak dapat dikonsumsi.
  • Penyebab : Akibat pemerahan yang tidak hati-hati atau sebelum pemerahan kambing tidak dibersihkan ambingnya dengan desinfektan
  • Usia : Kambing dewasa
  • Gejala : Ambing kambing bengkak, bila diraba panas, terjadi demam dan suhu tubuh meninggi, nafsu makan berkurang, produksi air susu terhenti atau berkurang.
  • Pencegahan : Menjaga kebersihan sebelum melakukan pemerahan dan menghindarkan perlakuan yang kasar saat melakukan pemerahan
  • Pengobatan : Bisa diberi obat-obatan Antibiotika lewat air minum.


Tips Sehat Alami


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Total Tayangan Halaman

Copyrights  © edna disnak 2012 and introducing Panasonic S30

Back to TOP